background
anda disini: Home > Articles > Feedback Assessment Center

Feedback Assessment Center

Feedback hasil assessment center merupakan langkah tindak lanjut dari assessment center yang mendukung program pengembangan SDM. Feedback berbeda dengan assessment center pada tujuannya yang lebih pada pengembangan para peserta daripada memberikan data kepada organisasi sebagai dasar keputusan untuk seleksi, penempatan dan promosi. Asumsi program feedback ini adalah bahwa assessment center saja tidak cukup untuk memotivasi dan memberdayakan peserta dalam mengembangkan kompetensinya. Oleh karena itu, feedback diperlukan untuk menindaklajuti hasil assessment center.

Assessment center dapat dikaitkan dengan feedback dan development sebagai sistem terintegrasi dan koheren untuk pengelolaan SDM. Artinya, hasil penilaian (assessment) perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan (development). Dengan demikian, Assessment center, feedback dan development dapat dijadikan sistem dan prosedur untuk mengidentifikasi, menilai dan mengembangkan kompetensi SDM berdasarkan prinsip-prinsip the right people in the the right places at the right times.

Assessment center, feedback dan development sebagai sistem yang terintegrasi, sejak awal dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pegawai sehingga kebutuhan pelatihan dan pengembangan dapat diketahui. Dengan demikian, aktivitas-aktivitas pelatihan dan pengembangan dapat lebih difokuskan pada aspek kebutuhan atau kelemahan dari pegawai tersebut.

 
Persipan feedback :
  • Menyiapkan data dan dokumen, yaitu laporan hasil assessment center, SKJ untuk jabatannya, SKJ untuk jabatan 1 (satu) level di atas jabatan assessee, job discription dari jabatan assessee.
  • Feedbacker melakukan preparation feedback dengan melakukan analisa dan evaluasi terhadap data dan dokumen tersebut.
  • Feedbacker menyusun materi untuk melakukan feedback.
 
Proses feedback :

Membuka sesi feedback dengan menjelaskan tentang :

  • Tujuan pemberian feedback dan tindak lanjut feedback.
Masuk sesi feedback dengan memberikan saran pengembangan sesuai dengan target level kompetensi yang telah ditetapkan dengan tahapan sebagai berikut :
  • Tahap pertama, proses feedback dilakukan per kompetensi untuk kompetensi yang masih dibawah SKJ. Dilanjutkan tahap kedua, proses feedback diberikan untuk kompetensi lain yang telah memenuhi SKJ untuk pengembangan ke level SKJ pada jabatan diatasnya.
  • Pemberian feedback diawali dengan memberikan saran pengembangan kompetensi yang paling mudah dilakukan oleh assessee atau yang assessee dapat melakukan sendiri tanpa melibatkan orang lain. Lanjutnya dengan feedback pengembangan kompetensi yang harus melibatkan orang lain di internal unit kerjanya, seperti bawahan, rekan kerja dan atasan. Kemudian dilanjutkan feedback pengembangan kompetensi yang harus melibatkan pihak di luar unit kerjanya atau eksternal.
  • Dalam proses feedback untuk target pengembangan level kompetensi mencakup pemberian rekomendasi kegiatan untuk pengembangan, rekomendasi pelatihan, rekomendasi sumber-sumber tambahan (buku bacaan, dll.).
Menutup sesi feedback :
  • Feedbacker menyampaikan rangkuman keseluruhan hasil proses feedback.
  • Menjelasan langkah tindak lanjut setelah proses feedback, yaitu penyampaian secara tertulis saran-saran pengembangan, dan menjelaskan metode penyusunan individual competency development plan (ICDP).
  • Memberikan kesempatan assessee untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
  • Memberikan dorongan semangat / motivasi untuk pengembangan diri dengan memberikan penekanan kembali pentingnya penggunaan hasil assessment center.
  • Menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya dalam proses feedback.
 
Paska feedback :
  • Feedbacker membuat laporan yang diserahkan ke user meliputi :
    • Rekomendasi pelatihan-pelatihan yang dapat diselenggarakan HR management (training base on competency).
    • Rekomendasi saran pengembangan kompetensi dan form individual competency development plan (ICDP).
  • HR management menindaklanjuti untuk menyerahkan rekomendasi saran pengembangan kompetensi dan form individual competency development plan (ICDP) kepada pegawai yang bersangkutan dan atasan langsungnya.
  • Pegawai yang bersangkutan membuat individual competency development plan (ICDP) dengan menggunakan form yang telah disediakan dan berkoordinasi / berdiskusi dengan atasan langsungnya. Pembuatan individual competency development plan (ICDP) dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia di lingkungan unit kerjanya.
  • Kemudian dilanjutkan tahap pengembangan kompetensi :
    • Dalam proses pengembangan kompetensi peran atasan langsung sangat penting untuk melakukan coaching dan mentoring terhadap aktivitas / kegiatan yang dilakukan pegawai yang bersangkutan dengan mengacu kepada individual competency development plan (ICDP) yang telah dibuat.
    • Dalam proses pengembangan kompetensi juga diperlukan peran dari rekan kerja untuk mendukung aktivitas / kegiatan pegawai yang bersangkutan dalam mengembangkan kompetensinya.
    • Dalam proses pengembangan kompetensi peran dari HR management juga sangat  diperlukan terutama untuk menyediakan pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi yang disediakan untuk mendukung pengembangan kompetensi dari para pegawainya.